- Mendapatkan rahmat dan ketentraman, serta disebut namanya dihadapan penduduk langit. “ Tidaklah suatu kaum duduk untuk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat akan mengayomi mereka, rahmat Allah meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
- Sukses dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat. “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barangsiapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi)
- Mendapat kebaikan dari Allah. “ Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan kepahaman dalam ilmu agama.” (Muttafaq alaih)
- Mengalirkan pahala meskipun sudah meninggal dunia. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda “ Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali 3 hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakan.”
- Istiqomah dalam ketaatan. “Wahai pembawa ilmu, beramallah dengan ilmu itu, barangsiapa yang sesuai antara ilmu dengan amalnya maka mereka akan selalu istiqomah dalam ketaatan.”( HR. Ad Darimi)
- Dimudahkan jalan menuju surga. “Barangsiapa menempuh jalan untuk untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya menuju surga.” (HR. Bukhori & Muslim)
Selasa, 23 Februari 2021
Nikmatnya menjadi penuntut ilmu
Filosofi Lambang Dalam Kehidupan
Diambil dari berbagai sumber
Berikut ini delapan nama-nama surga dan calon-calon penghuninya dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni-Salafiyah (PISS-KTB):
1. Surga Firdaus
اِنَّ لِلۡمُتَّقِيۡنَ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ جَنّٰتِ النَّعِيۡمِ
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (QS. Surat Al-Qalam: 34)
اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوۡا الصّٰلِحٰتِ لَهُمۡ جَنّٰتُ النَّعِيۡمِۙ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan” (QS. Surat Luqman :8)
اَمَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمۡ جَنّٰتُ الۡمَاۡوٰى نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah:19).
وَاَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفۡسَ عَنِ الۡهَوٰىۙفَاِنَّ الۡجَـنَّةَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ
Orang-orang yang takut pada kebasaran Allah swt dan menahan diri dari hawa nafsu buruk. “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal (nya).” (QS. An-Nazi’at:40-41)
Firman Allah SWT:
لَهُمۡ دَارُ السَّلٰمِ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ وَهُوَ وَلِيُّهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
“Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Surat Al-An'am:127)
وَقَالُوا الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِىۡۤ اَذۡهَبَ عَـنَّا الۡحَزَنَ ؕ اِنَّ رَبَّنَا لَـغَفُوۡرٌ شَكُوۡرُ اۨلَّذِىۡۤ اَحَلَّنَا دَارَ الۡمُقَامَةِ مِنۡ فَضۡلِهٖۚ لَا يَمَسُّنَا فِيۡهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيۡهَا لُـغُوۡبٌ
“Dan mereka berkata:" Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu ". (QS. Fathir :34-35)
اِنَّ الۡمُتَّقِيۡنَ فِىۡ مَقَامٍ اَمِيۡنٍۙ
Firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman.” (QS. Ad-Dukhan:51)
Firman Allah SWT:
قُلۡ اَذٰ لِكَ خَيۡرٌ اَمۡ جَنَّةُ الۡخُـلۡدِ الَّتِىۡ وُعِدَ الۡمُتَّقُوۡنَ ؕ كَانَتۡ لَهُمۡ جَزَآءً وَّمَصِيۡرًا لَّهُمۡ فِيۡهَا مَا يَشَآءُوۡنَ خٰلِدِيۡنَ ؕ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ وَعۡدًا مَّسۡـــُٔوۡلًا
Meskipun kita harus tetap mengingatkannya, tapi cara yang ditempuh harus baik.
Al-wasathiyah disebutkan dalam QS: al-Baqarah: 143 dan QS: al-Nisā’: 171.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا
خَيْر الْأُمُور أَوْسَاطهَا
Artinya: “Sebaik-baiknya perkara itu yang pertengahan”.
Realiasasi wasathiyah dalam ajaran Islam secara garis besar dibagi tiga: akidah, akhlak dan syariat (dalam pengertian sempit). Ajaran akidah berarti terkait konsep ketuhanan dan keimanan. Akhlak berarti terkait penghiasan hati melalui sikap dan perilaku seseorang agar dapat menjadi indivisu mulia.
Sedangkan syariat dalam pengertian sempit, berarti ketentuan-ketentuan praktis yang mengatur hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar sesama manusia (al-ahkam al-‘amaliyah).
Salah satu segmen dalam syariat adalah fiqih. Syariat dari segi sifatnya ada dua: tsabit dan mutaghayyirah. Syariat tsabit adalah syariat yang tidak dapat berubah kapan pun dan di mana pun, sedangkan syariat mutaghayyirah adalah syariat yang dapat berubah sehingga dapat beradaptasi dengan waktu dan tempat.
Akidah, akhlak dan syariat tsabit tidak dapat dirubah. Sedangkan syariat mutaghayyirah dapat berubah sesuai dengan tuntutan zaman dan tempat. Wasathiyah masuk pada akidah, akhlak, syariat tsabit dan mutaghayyirah.
Wasathiyah dalam bidang akidah, seperti posisi Islam yang berada di antara atheisme (tidak percaya Tuhan) dan politisme (kelompok yang percaya adanya banyak Tuhan). Wasathiyah dalam bidang akhlak, seperti posisi di antara khauf (pesimisme) yang berlebihan dan raja’ (optimisme) yang berlebihan.
Optimisme yang berlebihan dapat mengakibatkan orang gampang berbuat dosa, sehingga menganggap dirinya pasti mendapatkan surga. Di antara ayat yang menjadi landasan adalah QS: al-Baqarah: 173:
إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Sedangkan pesimisme yang berlebihan dapat mengakibatkan orang gampang putus asa. Di antara landasan ayat yang sering digunakan adalah QS: al-A’raf: 99:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
Artinya: “Apakah mereka tidak percaya ancaman Allah. Maka tidak ada yang dapat merasa aman dari ancaman Allah, kecuali orang-orang yang merugi.”
Di antara contoh orang yang pesimis adalah pembunuh Sayyidina Hamzah dengan memutilasinya. Pada saat masuk Islam, ia merasa pesimis akan kemungkinan mendapatkan ampunan Tuhan dari perbuatan yang sudah dilakukannya tersebut. Kemudian turun QS: al-Zumar: 53.
قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), wahai hambaku, orang-orang yang sudah berlebihan atas diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengampuni seluruh dosa-dosa. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Penyayang.”
Wasathiyah dalam bidang syariat (khususnya ekonomi) diindikasikan dalam QS: al-Furqan: 67, yakni tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu pelit.
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
Senin, 22 Februari 2021
KETIKA DARAH RASULULLAH MENETES
Kehidupan para waliyullah di Alam Barzakh
Kehidupan Para Wali di alam barzakh menurut Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
"Para wali tetap hidup di alam kuburnya (barzah) seperti kehidupan mereka di dunia. Para wali yang ahli tahajjud tetap tahajjud di alam kuburnya. Yang ahli tadarus Qur’an tetap tadarus Qur’an. Yang ahli silaturahim tetap silaturahim. Dan seterusnya. Hal ini sebagai kenikmatan yg mereka alami di alam kubur.
Jika ada para peziarah berdiri mengucapkan salam dan do’a-do’a, maka si wali yg diziarahi juga ikut berdiri, menjawab salam dan mengamini do’a-do’anya. Jika para peziarah membaca Yasin, tahlil, dsb, maka si wali juga ikut membacanya. Jika para peziarah tawassul, maka beliau ikut mendo’akan.
Diantara wali ada yg ahli darok (menolong), sering keluar dari kuburnya ke alam dunia ini untuk menolong para pecintanya. Diantara wali yg ahli darok adalah Mbah Hasan Minhajul ‘Abidin, Gabutan, Solo. Banyak cerita nyata dari para pecintanya yg membuktikannya.
Dalil tentang hal ini diantaranya adalah ayat yg menjelaskan bahwa para syuhada’ (orang mati syahid) tetap hidup di alam kuburnya, yakni ayat :
[ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ( ٢ ) : ﺍﻵﻳﺎﺕ ١٥٤ ]
ﻭَﻻ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻟِﻤَﻦْ ﻳُﻘْﺘَﻞُ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻣْﻮﺍﺕٌ ﺑَﻞْ ﺃَﺣْﻴﺎﺀٌ ﻭَﻟﻜِﻦْ ﻻَّ ﺗَﺸْﻌُﺮُﻭﻥَ ( ١٥٤ )
“Jangan kalian katakan bagi orang yg dibunuh di jalan Allah, (mereka) itu orang-orang mati ! Namun, mereka adalah orang-orang yg hidup, tetapi kalian tidak menyadarinya”
Jika para syuhada’ saja mendapat karunia tetap hidup di alam kuburnya, maka para ulama’ dan wali pasti mendapat karunia lebih besar, mengingat derajat mereka lebih tinggi.
Di Indonesia jumlah makam wali sangat banyak dgn berbagai tingkatannya, nomor kedua setelah Hadlromaut, Yaman. Banyak kitab yg menulis biografi para wali di Timur Tengah, seperti kitab Jami’ Karomatil Auliya’, Thobaqotul Auliya’, dsb. Sebenarnya, di Indonesia waktu itu sudah banyak para wali, hanya saja tradisi tulis-menulis di tanah air belum semarak, jadi tidak sempat terbukukan.
Tingkatan wali tertinggi disebut Al-Quthbul Ghouts, dan hanya ada 1 orang dalam setiap masa. Beliau dijuluki Abdullah. Kemudian, di bawahnya ada Al-Imamani (dua imam), yg salah satunya akan menggantikan Al-Ghouts ketika wafat. Kemudian di bawahnya ada Al-Autad, jumlahnya ada 4 orang. Imam Syafi’i dulu adalah pemimpin wali Autad. Kemudian di bawahnya ada Al-Abdal, jumlahnya ada 7 orang. Dst. Keterangan tentang tingkatan para wali bisa di baca diantaranya di kitab Jami’ Karomatil Auliya’.
Ustd Saefuddin Masykuri
Jumat, 12 Februari 2021
Extrimsnya Jalan Dipegunungan
Kenapa pembuatan jalan di pegunungan itu dibuat berkelok-kelok...? Yaitu untuk Memperkecil Gaya, Sebenarnya jalan berkelok sangat membantu transportasi di daerah pegunungan. , adanya pembuatan jalan berkelok ini adalah untuk mempermudah seseorang mencapai puncak gunung atau pegunungan, dengan memperkecil gaya gesek dan mengeluarkan tenaga yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan jalanan pegunungan yang dibuat tidak berkelok. tapi sebenarnya ada juga sedikit kekurangannya, yaitu waktu tempuhnya lebih lama. Selain itu dalam pembuatan jalan tidaklah semudah dibandingkan dengan pembuatan jalan tol, karena banyak sekali faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan jalan di pegunungan, ketelitian, kehati- kehatian, dan keselamatan juga harus diperhatikan, ketepatan dalam pemilihan material dan pengerjaannya harus teliti, itu semua demi kenyamanan dan keselamatan sipengguna jalan. Kenaapa kita harus membikin jalan di pegunungan yang penuh dengan reaiko...?, pertanyaan itu mungkin terlintas dalam pemikiran kita. Pembuatan jalan di pegunungan adalah jalanan terakhir yang kita pilih, melihat situasi dan keadaan untuk menghidupkan dan menghubungkan roda kehidupan dan ekonomi kota yang satu dengan kota yang lainnya karena faktor geografis dari sebuah negara. Jalan di pegunungan memang lebih extrims dan penuh tantangan bagi sipengguna transportasi, selain banyaknya tikungan yang tajam juga terdapat jurang-jurang yang curam, jadi untuk melalui jalan di pegunungan sipenggendara harus memperhatikan kendaraan yang akan dibawa itu harus benar-benar prima dan sisupir haruslah yang benar-benar berpengalaman dalam medan yang berkelok-kelok dan harus memperhatikan setiap rambu- rambu di jalan, supaya kita selamat sampai tujuan yang kita harapkan.
Rabu, 10 Februari 2021
MEMBANGUN DAN TERUS MEMBANGUN
TERUS MELANGKAH
Hanya Allah yang Maha Kuasa, dialah sebagai penuntun dari semua proses yang kita lalui, bagi orang" yang beriman dan bertaqwa.
Sabtu, 13 Juni 2020
4 Pilar kokohnya Dunia
atau peristiwa yang memilukan. Dari maraknya kejahatan, kerusuhan dan
sebagainya. Inilah indikator bahwa zaman ini adalah zaman akhir. Kerena diantara
tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah dengan merajalelanya kejahatan.
kokoh berdiri maka insyaallah dunia ini juga masih kokoh. Adapun empat pilar dunia
yang termaktub dalam kitab Durratun Nashihin (h-47) adalah
sebagai berikut:
والثالث بسخاوةالأغنياء والرابع بدعوة الفقراء.
yang pertama adalah dengan ilmunya ulama’, yang kedua dengan adilnya penguasa,
yang ketiga dengan kedermawanan orang-orang kaya dan keempat dengan doanya para
fakir miskin.
empat pilar tersebut masih tegak berdiri maka hari kebinasaan juga masih belum
waktunya. Oleh karena itu, selagi masih ada waktu untuk bertaubat atas semua
dosa dan memperbaiki atas kesalahan maka gunakanlah waktu ini sebaik mungkin.
dengan keterangan ulama’ adalah sebagai berikut:
orang-orang tertentu yang memiliki pengetahuan agama yang mempuni. Selain itu,
ulama’ merupakan orang-orang yang integritas keimanan dan ketakwaan yang kokoh.
pada peradaban bangsa khususnya bangsa Indonesia. Sebab ulama’ mendedikasikan
dirinya pada negara dan bangsa sesuai dengan kapasitasnya, yaitu mengarahkan
dan membimbing bangsa ke jalan yang lurus sesuai ajaran Islam.
ulama’ yang masih tersisa di negeri ini. Dan senantiasa belajar dan mengamalkan
ilmu dari para ulama’, sebelum Allah mencabut ilmu itu. Karena cara Allah
mencabut suatu ilmu adalah dengan mewafatkan para ulama’.
Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hambaNya, akan tetapi
Allah mengangkat ilmu dengan wafatnya para ulama’. Ketika tersisa lagi seorang ulama’pun maka manusia
bertanya kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang
bodoh) berftwa tanpa ilmu. Mereka sesat menyesatkan. (HR. Bukhari)
adil, baik pemimpin secara struktural seperti pemimpin negara, sampai tingkat RT,
maupun pemimpin non struktural seperti pemimpin rumah tangga sampai pemimpin
untuk dirinya sendiri.
untuk bisa meneladani kepemimpinan Rasullullah dan khulafa ar-rasyidin terutama
Umar bin Khattab. Rekam jejak beliau menunjukkan bagaimana jiwa seorang leader
yang sesungguhnya.
dikagumi banyak kalangan adalah pemimpin yang tegas dan pemberani hingga beliau
dijuluki asadullah (singa Allah). Walaupun terkenal sebagai sosok yang
tegas beliau juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, rasa tanggung jawab yang
tinggi terhadap rakyatnya. Beliau juga lebih mengutamakan rakyatnya dari pada
golongannya sendiri bahkan dari dirinya sendiri.
yang dapat dijadikan panutan adalah alm. BJ. Habibi yang kepergiannya menghadap
sang Ilahi menyisakan luka yang mendalam bagi bangsa Indonesia pada khususnya. Beliau juga bisa dikatakan paket komplit. Di
samping itu beliau adalah sosok inspiratif yang mengintegrasikan imtek dan imtaq,
sehingga banyak jasa-jasanya yang dapat dinikmati oleh semua elemen masyarakat,
di antaranya demokrasi.
mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada tara ini adalah dengan bersedekah. Berbagi
tidak menjadikan harta kita menjadi miskin justru akan semakin bertambah dan
bertambah. Di samping itu sedekah mendatangkan keberkahan hidup sehingga hidup
damai dan tenang dan malas berbuat keburukan.
الناصحين : ٣٦٠)
puluh pintu keburukan.
sahabat yang terkenal kaya raya dan dermawan adalah Abdurrahman bin Auf.
Kedermawanan beliau akan selalu dikenang sepanjang masa. Konon beliau adalah pengusaha
keju dan mantega yang sukses. Beliau berkontribusi besar terhadap pembiayaan setiap
peperangan sehingga beliau mendapatkan doa secara khusus dari Nabi sehingga
kakayannya semakin melambung tinggi.
dilakukan oleh orang fakir miskin adalah berdoa. Karena berdoa tidak memerlukan
ilmu yang tinggi, keadilan apalagi kekayaan. Cukup iman dan keyakinan itu sudah
cukup. Di dalam hidup yang penuh keterbatasan ekonomi dan finansial namun tetap
bersabar adalah modal utama diterimanya doa.
besar dalam hal kemiskinan adalah Abdurrahman bin Shake Ad-Dausi Al-yamani. Mungkin
kebanyakan orang merasa asing dengan nama itu. Namun ketika nama lainnya
disebutkan pasti semua orang mengetahuinya. Siapa beliau? Abu Hurairah. Dijuluki
Abu Hurairah kerana beliau sangat menyayangi seekor kucing.
paling miskin. Lantas kemiskinan beliau tidak menjadikan dirinya hina. Akan
tetapi beliau memanfaatkannya untuk hal-hal yang sangat baik. Dimana kaum
Muhajirin sibuk dengan dagangannya sementara kaum Anshar sibuk dengan
pertaniannya. Karena beliau sangat miskin lantas beliau tidak punya dagangan
dan pertanian sehingga beliau lebih banyak menghabiskan waktu bersama
Rasulullah. Sehingga beliau terkenal paling banyak menghafalkan hadis di antara
para sahabat yang lainnya. Pada masanya beliau menghafalkan hadis sebanyak 5.374
buah hadis.
Keempatnya wajib kita jaga dan lestarikan bersama. Sebab, dikatakan pula:
دعاء الفقراء لهلك الأغنياء ولو لا عدل الأمراء لأكل بعض الناس بعضا كما ياءكل
الذئب الغنم (درة الناصحين:٤٨)
tidak ada ilmunya ulama’ maka celaka orang-orang bodoh dan jika tidak ada kedermawanan
orang kaya maka celaka orang-orang fakir miskin dan jika tidak ada doanya orang
fakir miskin maka celaka orang-orang kaya dan jika tidak ada keadilan pemimpin
maka sebagian manusia akan memangsa sebagian manusia yang lain bagaikan serigala
yang memangsa kambing.
terjadi maka berarti pilar-pilar dunia sudah roboh dan hancur dan tunggulah
kehancuran dunia ini. Semuga kita kembali pada ilahi dalam keadaan yang khusnol
khatimah. Ya’ rabbal alamin.
Minggu, 07 Juni 2020
Tidak Ada Jabatan Yang Abadi Didunia ini
Belajar Menertawakan Diri Sendiri dari Gus Dur
Penulis: Ivan Aulia Ahsan
30 Desember 20

tirto.id - Beberapa pekan setelah menjadi presiden pada 1999, Abdurrahman Wahid berpidato di depan para tamu negara asing. Peristiwanya terjadi di Denpasar, Bali. Ia berpidato dalam bahasa Inggris tanpa teks. Di awal pidato, orang yang akrab disapa dengan panggilan Gus Dur ini berujar:
“Saya dan Megawati adalah pasangan dan wakil presiden yang lengkap: saya tidak bisa melihat, dia tidak bisa ngomong."
Semua tamu ger-geran tanpa kecuali. Gus Dur bersikap biasa saja melihat orang tertawa bahak-bahak. Wajahnya lempang belaka.
Waktu itu banyak omongan soal wakil presiden yang irit bicara. Megawati Soekarnoputri jarang sekali memberi komentar soal apapun. Gus Dur, sementara itu, hampir saban hari mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang sering bikin panas berita-berita di surat kabar.
Diamnya Megawati memang membuat orang bertanya-tanya, terutama menyangkut kapasitas pribadinya sebagai wakil presiden dan ketidakcocokannya dengan sang presiden. Gus Dur tahu betul tentang itu dan ia mencoba menetralkan situasi dengan kemampuannya yang menyenangkan: lelucon dan menertawakan diri sendiri.
Pada kesempatan lain, ketika desakan pengunduran diri kepada Gus Dur makin kencang di mana-mana, Emha Ainun Nadjib mampir ke istana. Berdasarkan cerita yang pernah dituturkan Emha, ia mendatangi lelaki kelahiran Jombang, 7 September 1940 itu sebagai seorang sahabat yang bermaksud mengingatkan.
“Gus, sudahlah, mundur saja. Mundur tidak akan mengurangi kemuliaan sampeyan," kira-kira begitu kata Emha kepada Gus Dur.
Jawaban Gus Dur: “Aku ini maju aja susah, harus dituntun, apalagi suruh mundur."
Dua orang itu ngakak.
Waktu itu memang posisi Gus Dur berada di ujung tanduk. Sepanjang Juni-Juli 2001, lawan-lawan politiknya terus menyerang dengan isu Buloggate lewat DPR dan MPR. Suasana memanas akibat pendukung Gus Dur dan penentangnya tiap hari melakukan demonstrasi dan unjuk kekuatan di depan istana. Gus Dur sempat mengeluarkan senjata pamungkas berupa Dekrit Presiden yang salah satu poinnya adalah membekukan DPR dan MPR.
Dekrit yang dikeluarkan pada 23 Juli 2001 pukul 01.10 itu ditentang banyak institusi negara, termasuk TNI dan Mahkamah Agung. MA bahkan mengeluarkan fatwa di hari itu juga bahwa dekrit Gus Dur bertentangan dengan hukum.
Siang harinya, Gus Dur berpendapat fatwa MA tersebut sebagai sesuatu yang tidak sah. "Pertimbangan itu tidak diputuskan melalui sidang dalam Mahkamah agung melainkan hanya oleh Ketua MA saja," kata Juru Bicara Kepresidenan Yahya C. Staquf, seperti dilaporkan Kompas (23/7/2001).
Tapi langkah-langkah politik Gus Dur sudah begitu lunglai. Segala jurus yang dikeluarkannya percuma saja karena dukungan politik kian surut. Akhirnya, Gus Dur benar-benar mundur.
Ada peristiwa yang kemudian jadi ikonik ketika di malam sebelum ia meninggalkan istana, Gus Dur melambaikan tangan kepada para pendukungnya. Busana yang dipakai: baju tidur, celana pendek, dan sandal jepit.
Malam itu, ia menjadi Presiden RI pertama yang menampakkan diri kepada publik dengan celana pendek di Istana Negara.
Mantan Presiden yang Tetap Lucu
Setelah turun dari jabatan presiden, Gus Dur tetap sibuk dan tetap lucu. Ia masih melakukan safari ke daerah-daerah. Biasanya untuk berkunjung ke teman-temannya atau mengisi pengajian sampai kampung-kampung yang jauh.
Pada suatu ceramah di sebuah kampung, Gus Dur mengajak semua yang hadir di situ bersalawat. Para hadirin senang sekali melafalkan salawat dipimpin seorang kiai besar.
Di akhir ceramah, cucu pendiri NU K.H. Hasyim Asy'ari itu nyeletuk.
“Saya minta Anda semua bersalawat agar tahu berapa banyak jumlah yang hadir. Saya, kan, gak bisa melihat."
Satu lapangan terpingkal-pingkal.
Salah satu humor Gus Dur yang paling dikenal adalah leluconnya soal kedekatan Tuhan dengan umat beragama. Ini juga mengandung unsur penertawaan diri terhadap sesuatu yang dianggap sakral tapi sering dipahami secara kaku: agama.
“Orang Hindu merasa paling dekat dengan Tuhan karena mereka memanggilnya ‘Om’. Orang Kristen apalagi, mereka memanggil Tuhannya dengan sebutan ‘Bapak’. Orang Islam? Boro-boro dekat, manggil Tuhannya aja pakai Toa."
Seluruh Indonesia, tentu saja, tertawa.
Gus Dur memang sangat lihai memainkan lelucon penertawaan diri sendiri sekaligus mencairkan ketegangan politik lewat humor. Dengan begitu, politik tak lagi muram dan hubungan sosial tidak kehilangan makna.
Kala mengomentari soal betapa banyak uang yang dikeluarkan seseorang untuk menjadi capres, Gus Dur berseloroh, “Saya dulu jadi presiden cuma modal dengkul, itupun dengkulnya Amien Rais.
Kata Pengantar buku Mati Ketawa Cara Rusia (1986): “Kemampuan untuk menertawakan diri sendiri adalah petunjuk adanya keseimbangan antara tuntutan kebutuhan dan rasa hati di satu pihak, dan kesadaran akan keterbatasan diri di pihak lain."
Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009, tepat hari ini 9 tahun lalu. Jika masih hidup, ia barangkali cuma cengar-cengir melihat politik Indonesia saat ini yang penuh makian tapi miskin imajinasi dan kekurangan lelucon.
==========
Artikel ini pertama kali ditayangkan pada 7 September 2017 dalam rangka merayakan tanggal lahir Abdurrahman Wahid. Kami melakukan penyuntingan ulang dan menerbitkannya kembali untuk rubrik Mozaik.
Nikmatnya menjadi penuntut ilmu
“ Jika kalian berjalan dan bertemu dengan taman-taman surga, maka berhentilah. Yaitu majelis-majelis ilmu. Sesungguhnya di sisi Allah ada ma...
-
Diambil dari berbagai sumber Agama dan desain adalah dua hal yang berbeda, namun dalam konteks penciptaan karya visual kedua dimensi ini se...






