Rabu, 03 Juni 2020

Keselamatan atas Dasar Kesalahan

Tak kala kita terombang ambing di tengah lautan, tingginya ombak derasnya hujan dan Angin disertai Petir, Gelapnya Langit, banyaknya Sang Nahkoda Kapal yang menemui Panggilan Allah,  Dengan segala keterbatasan Ilmu dan Pengalaman sang Nahkoda Membawa Kapal kearah tujuan yang Abu" dan telah membuat kepanikan dan keresahan ditengah" Umat yang membutuhkan keteladanan, dengan tidak sadar dan disadari, telah terbawa umat kedalam situasi dan kondisi yang sangat memprihatikan. Atas Dasar sebuah keselamatan dan melindungi umat dari kematian, dan bermacam" resep dan pil pahit telah dimakannya, para ahli beradu argumentasi dan strategi telah dipertontonkan, mereka tidak sadar dan bahkan lupa diri, asal usul dan sejarah. Ucapan, perkataan dan kegaduhan Umat, akibat pil pahit yg ditelan menambah mabuk laut dan masuk angin serta setress akibat situasi dan kondisi kepanikan dan kejenuhan sebuah kebijakan, aturan sebuah pelayaran sudah tidak digunakan, mereka mencari narasi" khayalan bagaikan di negri dongeng, sang nahkoda sudah tidak percaya diri cenderung menuruti bisikan" sengkuni tlah menuju kesesatan dan  pecahnya kapal keimanan di Akhir Zaman, krisis keimanan dan keyakinan Sang Anak cucu Adam yang sudah terbuai akan kehidupan gemerlapnya Duniawi, bangga akan jabatan, Banyaknya Harta, seolah" bagaikan Dewa Penyelamat. Kepandaian dan akal manusia telah diuji, berbagai sumber data dan informasi yang menjadi pedoman ditambah mencari pembenaran diri atas dasar kepanikan, Ucapan Kalimat Tauhid hanya sebuah ucapan dan tinggal kenangan, Dimanakah Allahmu...!yang kamu agung"kan..? Takkala kamu menikmati Enaknya Daging Penyembelehanmu..? Ketika kamu mengintari kabah 7X, ketika kamu sujud, Allah mengujinya Dengan menciptakan makhluk Corona, Alhamdulillah..dengan Ujian itu kita jadi sadar dan tahu akan siapa diri kita ini, Semoga Allah memberikan Pengampunan dan Petunjuk Untuk menyadarkan diri kita ini untuk kembali kejalan-Nya "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL ADZIIM" , Amin.


Doa Niat dalam Berzakat


Maiyah bersama Bossmen Sontoloyo


Minggu, 10 Mei 2020

Berita Duka Umat Islam


Ukhuwah Islamiah




Perjuangan dan Doa


FILOSOFI KOPI DALAM SEJARAH ISLAM


FILOSOFI KOPI DALAM SEJARAH ISLAM

images-5.jpg
Qahwah atau kopi pertama kali ditemukan oleh seorang Waliyullah dari Yaman bernama Syeikhul Kabir Ali bin Umar Asy-Syadzili.
Kemudian disebarkan ke berbagai tempat oleh Quthubul Ma’la Imam Abu Bakar Alaydrus.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan bahwa menggunakan sesuatu yang mubah untuk kebaikan akan bernilai pahala.
Para Sufi dan Ulama sangat menggemari kopi karena dapat memberikan semangat mereka dalam menimba ilmu dan beribadah malam.

Sayyidil A’dzam Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas (Guru Futuh Imam Ali Shohibul Maulid) biasa meminum kopi seusai melaksanakan Qiyamul Lail, sebelumnya beliau akan membaca Fatihah sebanyak tiga kali.
Pertama khusus dihadiahkan untuk Sayyidina Faqih Muqaddam, kedua untuk Syeikh Ali bin Umar As-Syadzili selaku penemu kopi dan maha gurunya, Quthub Akbar Imam Abu Hasan Asy-Syadzili Al-Hasani, ketiga untuk semua kaum Muslimin.

Demikian pula Sayyidina Syeikh Abu Bakar bin Salim, beliau amat menyenangi kopi dan terbiasa duduk dari fajar hingga menjelang Dzuhur dengan suguhan kopi di depannya. Beliau juga banyak menyarankan orang untuk meminum kopi dengan niat menyegarkan stamina tubuh kala beribadah kepada Allah.
Minuman yang paling populer di rumah dan majelis-majelis Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah kopi. (Dinukil dari buku “Sosok Kebanggaan Umat, Syeikh Abu Bakar bin Salim, Manaqib dan Sejarah Hidupnya” terjemah kitab “Fakhrul Mawalim Fi Manaqib Syeikh Abi Bakar bin Salim” hal. 119-121 karya Sayyid Mustafa bin Idrus Al-Khirid)

WALLAHu a'lam.

Sikap Patriotisme


Penyerahan Bantuan



Nikmatnya menjadi penuntut ilmu

“ Jika kalian berjalan dan bertemu dengan taman-taman surga, maka berhentilah. Yaitu majelis-majelis ilmu. Sesungguhnya di sisi Allah ada ma...